Minggu, 03 April 2011

DINASTI TURKI USMANI SINGKAT


Meskipun Dinasti Turki Utsmani berkuasa cukup lama(1258-1924), tidak berarti bahwa peradabannya maju pesat seperti pada masa Dinasti Abbasiyah. Hal ini dikarenakan salah satunya oleh politik ekspansinya yang tidak diikuti dengan pembinaan wilayah tahlukannya. Disamping itu, sultan-sultan yang berkuasa pasca ditahlukannya Konsantinopel, khususnya setelah pemerintahan Sulaiman I mulai menunjukkan kelemahan.
Perkembangan peradapan yang dicapai pada masa Dinasti Turki Utsmani yang paling berpengaruh antara lain:
1.      Bidang Agama dan budaya, bahwa Turki Utsmani adalah perpaduan dari berbagai kebudayaan, yaitu Arab, Bizantium serta Persia. Dari persia menerima ajaran etika dan tata krama, dari Bizantium tentang organisasi pemerintah dan prinsip-prinsip kemiliteran, serta dalam kebudayaan Arab tentang prinsip ekonomi, kemasyarakatan dan ilmu pengetahuan. Sedangkan dalam Aspek agama, para mufti mendapat kedudukan yang tinggi, tanpa legitimasi mufti, keputusan hukum kerajaan tidak dapat berjalan.
2.      Bidang intelektual, adalah dengan terbitnya 2 surat kabar, yaitu berita harian takvini Veka (1831) dan jurnal Tasviri Efkyar (1862) dan Terjumani Ahval (1860).
3.      Bidang Sastra, Bahasa dan seni, pada masa ini muncul sastrawan-sasrawan dengan hasil karyanya setelah menamatkan dari luar negeri. Karya-karya mereka dalam bentuk qasidah, ghazal, masnawi dan ruba’i. diantara tokohnya adalah Baki (1526-1600 M), dan Nef’i (1582-1636). Selain berdirinya masjid-masjid yang indah, diantaranya Masjid Agung Muhammad al Fatih, Masjid abu Ayub al Anshari, serta masjid Aya Shopia yang merupakan bekas gereja. Nef’i (1582-1636) adalah tokoh syair puji-pujian dan satire, mengarang syair-syair yang mengingatkan pada kekuasaan dan peperangan. Yahya efendi (1552-1644) mengembangkan sebuah subyek matter (tema)  yang didasarkan pada pengamatan langsung kepada kehidupan alam dan mengexpresikan perasaan (emosi) yang bersifat pribadi.
4.      Dalam bidang pendidikan, berdirilah sekolah dasar dan menengah pada 1861, Perguruan Tinggi (1869) dengan guru yang didatangkan dari Iran dan Mesir. juga mendirikan fakuktas kedokteran dan hukum. Di samaping itu, pada masa ini juga terjadi penulisan sejarah. pada awalnya dalam bahasa Arab, kemudian diterjemah dalam bahasa Turki. Dalam Madrasah tingkat rendah mengajarkan Nahwu (tata bahasa Arab), Sharaf (sintaks) Mantiq (logika), teologi, astronomi, geometri dan retorika.





DAFTAR PUSTAKA
1.      Tohir, Ajid .2004. Perkembangan Peradaban Di Kawasan Dunia Islam: Melacak Akar-Akar Sejarah, Budaya, Ssoial, Politik dan Budaya Umat Islam. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
2.      Lapindus, Ira M. Sejarah Sosial Ummat Islam, 2 jilid. Ter. Ghufron A. Mas,udi. Jakarta: rajawali Pers, 2000
3.      Arnold, W. Thomas. 1981. Sejarah Da’wah Islam, Terj. Nawawi Rambai, Jakarta: Wijaya.
4.      Maryam, Siti dkk. 2002. Sejarah Peradaban Islam: Dari Masa Klasik hingga Modern. Yogyakarta: Lesf.
5.      Lapidus, Ira M. 2000. Sejarah Sosial Umat Islam: Bagian Pertama dan Kedua. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada. Cet. Ke-2.


0 komentar:

Poskan Komentar